PETERNAKAN PUYUH BEKASI

PETERNAKAN PUYUH BEKASI Jaya Quail Farms Alamat Farms : Kampung sampora jl.Sampora Rt/Rw 001/001 Desa Jaya Sampurna Kec.Serang Baru Kab.Bekasi JABAR Tentang Budidaya PUYUH

Post Top Ad

June 03, 2017

TELUR PUYUH KAYA MANFAAT

   Telur memang dikenal sebagai  bahan  makanan atau lauk yang diperkaya akan kandungan protein di dalamnya dan pada kesempatan ini penulis akan membahas tentang manfaat telur puyuh bagi kesehatan.
  Telur puyuh memang bentuknya terlihat kecil sehingga nampak kurang memiliki kegunaan selain sebagai lauk. Namun Jika dilihat dari berbagai macam kandungannya yang cukup komplek.

  Telur mungil yang enak ini mampu memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh. Apalagi jika kita melihat dari sebagian besar praktisi medis di Negara China dahulu kala, Dimana mereka telah menggunakan telur sebagai bahan alami untuk menangani ragam gangguan yang merusak kesehatan tubuh.
  Oleh karena itu, Setidaknya kita semua bisa menilik akan ragam manfaat dari butiran telur puyuh, Untuk dijadikan benteng pertahanan tubuh agar bisa tercegah dari berbagai penyakit. Telur puyuh sendiri memiliki kandungan yang kaya akan Protein, Vitamin, Mineral, Lemak, Lutein, Kolin, dan masih banyak lagi zat penting lainnya.     Bahkan jika dibandingkan dengan telur ayam, nilai gizi telur puyuh lebih besar dan dapat digunakan sebagai bahan dasar pengobatan tradisional masa kini.

 
Yang mana proses penyembuhan secara alami memang menjadi jalan yang efektif, karena dirasa cukup aman dan tidak menimbulkan efek samping dalam jangka panjang. Nah, marilah kita simak ragam khasiat telur puyuh sebagai bahan alami untuk menumpas ragam penyakit yang merusak kesehatan tubuh.

 1. Mencegah Kanker 

Kandungan yang dimiliki oleh telur puyuh memang diklaim mampu untuk mencegah timbulnya sel kanker dalam tubuh. Dengan begitu, tingkat risiko tubuh terkena penyakit kanker akan bisa diminimalisir secara efektif. Dengan mengonsumsi telur puyuh, maka secara tidak langsung kesehatan tubuh akan meningkat, dan terhindar dari penyakit yang membahayakan bagi tubuh seperti kanker.

 2. Melawan Timbulnya Alergi

Telur puyuh memiliki kandungan Ovomucoid, yang mana berguna untuk melawan gejala timbulnya alergi pada tubuh. Berbeda dengan telur ayam yang terkadang malah menyebabkan diathesis dan alergi. Bahkan pada telur puyuh ini juga dipenuhi dengan kandungan kalium dan zat besi yang cukup tinggi. Oleh karena itu ketika mengonsumsi hidangan makanan, anda bisa juga menuangkan telur puyuh ini dalam masakan atau mengonsumsinya secara langsung.



 3. Membantu Kesehatan Mata

Mengonsumsi telur puyuh memang juga sangat menunjang kesehatan pada organ mata. Yang mana di dalam kandungan telur mungil ini, memang terdapat zat Zeaksantin dan Lutein, yang merupakan senyawa alami yang dapat meningkatkan cahaya biru 20 sampai 90 persen. Selain itu juga memberi pigmen warna kuning pada mata, Yakni dengan cara meningkatkan kandungan Zaeksantin dan Lutein yang dibutuhkan oleh retina. Dengan begitu kondisi mata bisa tetap terjaga dengan baik dan sehat.

 4. Mencegah Penuaan Dini 

Selain Lutein pada telur puyuh berguna untuk menjaga kesehatan mata, Di sisi lain Lutein juga akan mencegah dari terjadinya penuaan dini. Bahkan Lutein yang ada dalam kuning telur ini, mampu memperlambat penuaan dini hingga 40 persen. Sehingga hal itu semua menjadikan manfaat telur enak ini cukup beragam.

 5. Untuk Membantu Perkembangan Janin Di masa kehamilan

Tentu bagi para ibu akan menginginkan kondisi janin yang telah dikandung tetap dalam kondisi sehat bukan….?. Nah, dengan mengonsumsi telur puyuh yang dikenal sebagai sumber Kolin ini, nantinya akan mendukung perkembangan otak pada janin. Bahkan jika asupan Kolin bisa terpenuhi dengan kadar yang cukup, maka hal demikian akan bisa mengurangi risiko kematian pada sel janin. Alhasil, kemungkinan terjadinya cacat lahir akan bisa diminimalisir. Sementara berdasarkan hasil penelitian yang ada menunjukkan, Bahwa sebaiknya untuk konsumsi asupan Kolin ini bisa dilakukan sejak janin berumur kandungan 20 atau 25 Minggu, Sampai pada waktunya bayi dilahirkan. 

 6. Menguatkan Fungsi Otak

Selain telur puyuh baik untuk menguatkan memori otak janin dalam kandungan, Nutrisi Kolin yang terdapat pada telur puyuh juga dapat mempertahankan fungsi otak bagi setiap orang di usia produktif. Dimana fungsi otak akan dapat dipertahankan dengan baik, Sehingga otak pun akan bisa tetap bekerja dengan sehat dan maksimal. 

 7. Menjadi Sumber Protein Terbaik 

Jika dibandingkan dengan telur ayam maupun bebek, Telur puyuh yang nampak mungil ini ternyata memiliki kandungan protein yang cukup tinggi yakni 13,5 gram protein. Bahkan daya cerna pada protein telur puyuh juga tinggi, sehingga akan bisa diserap tubuh secara maksimal. Oleh karena itu alangkah baiknya anda mengonsumsi telur enak ini. 

 8. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh 

 Kandungan yang terdapat pada telur puyuh, juga bisa digunakan untuk mempertahankan dan meningkatkan daya imunitas tubuh. Oleh sebab itu, anda bisa mengonsumsi telur puyuh ini sebanyak 3 hingga 5 butir telur di pagi hari. Dengan begitu sistem kekebalan dan metabolisme tubuh bisa meningkat secara efektif. 

 9. Mencegah Gangguan Saluran Pencernaan 

 Dalam rangka pencegahan agar tidak sampai terkena gangguan saluran pencernaan seperti maag, sembelit, dan lainnya, maka Anda bisa mengonsumsi telur puyuh ini secara rutin. Selain itu, Telur puyuh juga bisa meningkatkan kinerja sistem saraf pada tubuh.

  Nah cukup banyak sekali bukan manfaat telur puyuh buat kesehatan tubuh kita?? BAGAIMANA Masih ragukah anda dan keluarga tercinta Untuk Mengonsumsi si Mungil kaya Manfaat ini???🍳🍳🍳

Demikian sedikit tulisan saya dan Semoga bermanfaat

SALAM GOO...AGRI...
April 27, 2017

Konsep Penerapan BIOSECURITY Pada Peternakan Puyuh

   Pada dasarnya setiap makhluk hidup, termasuk Puyuh dan unggas lainya, memiliki sistem pertahanan tubuh/Antibodi alami melalui kerja beberapa organ di dalam tubuhnya.

   Jika ada Puyuh jatuh sakit atau menunjukan gejala sakit, hal itu menjadi pertanda bahwa bibit penyakit sangat kuat dan banyak jumlahnya sehingga berhasil menembus benteng pertahanan tubuh Puyuh.

  Untuk meminimalkan jumlah bibit penyakit tersebut, peternak perlu mengusahakan sebuah sistem perlindungan dari luar. Sistem itu dikenal dengan BIOSECURITY.   

                               

   Penerapan biosecurity yang paling umum dilakukan peternak adalah sanitasi kandang dengan menyemprot desinfektan. 
Namun kegiatan itu tidak cukup untuk menekan bibit penyakit di lingkungan peternakan. Ada banyak kegiatan biosecurity lain yang bisa kita terapkan dan alangkah lebih baik jika semua kegiatan tersebut kita susun dalam bentuk checklist biosecurity.

Biosecurity berasal dari kata asing yaitu bio yang artinya hidup dan security yang artinya perlindungan atau pengamanan.

  Jadi biosecurity adalah program yang dirancang untuk melindungi kehidupan. 
Oleh karena itu, penerapan biosecurity harus menyeluruh untuk menjaga Puyuh agar terhindar dari bibit penyakit.

   Tujuan utama dari penerapan biosecurity, antara lain:

1).mencegah penyakit mematikan dan mudah menular masuk ke peternakan;
2).mengurangi tantangan dari mikroorganisme patogen yang dapat menurunkan produktivitas;
3). menghilangkan penyakit imunosupresif yang menyebabkan unggas rentan terhadap serangan penyakit;
4). mengurangi pencemaran terhadap hasil ternak, baik telur, daging maupun fesesnya. Selanjutnya bila biosecurity dilihat dari segi hierarki terdiri atas tiga komponen yakni biosecurity konseptual, struktural, dan operasional.

  Biosecurity konseptual :
merupakan biosecurity tingkat pertama dan menjadi basis dari seluruh program pencegahan penyakit, meliputi pemilihan lokasi kandang yang tepat, pemisahan umur unggas, pembatasan kontak dengan unggas lain atau hewan liar, serta penetapan lokasi khusus untuk gudang pakan atau tempat mencampur pakan.

   Biosecurity struktural :
merupakan biosecurity tingkat kedua, meliputi hal-hal yang berhubungan dengan tata letak dan struktur kandang, pembuatan pagar yang benar, pembuatan saluran pembuangan, penyediaan peralatan dekontaminasi, instalasi ruang penyimpanan pakan dan ruang ganti pakaian.

  Biosecurity operasional :
adalah biosecurity tingkat ketiga yang terdiri dari prosedur manajemen untuk mencegah kejadian dan penyebaran infeksi penyakit dalam suatu farm.

Biosecurity operasional terdiri atas tiga hal pokok yaitu :
Isolasi,pengaturan lalu lintas, dan sanitasi (pembersihan dan desinfeksi). Agen Penyakit yang Ada di Lingkungan Agen penyakit adalah mikroorganisme yang terdapat di dalam lingkungan seperti virus, bakteri, fungi/jamur, dan parasit baik yang ada di dalam tubuh (endoparasit) maupun di luar tubuh Puyuh (ektoparasit).

                                 

Adanya penyakit dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu :

1. Agen penyakit
2. Inang (Puyuh)
3. lingkungan.

   Di alam, mikroorganisme selalu berinteraksi dalam keadaan harmoni (seimbang) apabila tubuh ternak mempunyai daya tahan yang tinggi terhadap infeksi mikroorganisme.

  Namun apabila terjadi perubahan-perubahan yang menyebabkan ketidakseimbangan interaksi tersebut, misalnya bibit penyakit meningkat jumlahnya sedangkan daya tahan tubuh Puyuh menurun, maka terjadilah penyakit dengan derajat yang bervariasi.

Di lapangan, agen penyakit dapat berpindah-pindah dan menyebar dari satu ternak ke ternak lain melalui berbagai sumber.

Sumber tersebut di antaranya :

- Puyuh (puyuh sakit, bangkai, puyuh carrier)
- Manusia (anak kandang, tamu)
- Pakan
- Air minum Puyuh
- Feses /kotoran puyuh
- Equipment (peralatan peternakan)
- Limbah peternakan
- Hama (tikus dan serangga)
- Burung  Liar
- Unggas lain (itik, ayam kampung)
- Hewan lain (anjing, kucing, dan sebagainya).

  Untuk itu, sumber penyakit harus dikendalikan!!

  Bagaimana Agen Penyakit Masuk ke Peternakan??

  Agen penyakit bisa masuk ke dalam lingkungan peternakan Puyuh melalui berbagai cara berikut :

- Terbawa masuk ketika anak Puyuh (DOQ),Pullet datang (transmisi vertikal).
  Contoh agen penyakit yang ditularkan dari induk ke anak Puyuh adalah Adenovirus, bakteri Salmonella pullorum, Mycoplasma serta Aspergillus.

- Masuknya Puyuh sehat yang baru sembuh dari penyakit, tetapi sekarang berperan sebagai pembawa (carrier).

- Masuknya Puyuh dari luar flok (transmisi horizontal).
Terbawa masuk melalui alas kaki (sepatu/sandal) dan pakaian pengunjung atau karyawan yang bergerak dari flok satu ke flok lain. Terbawa melalui debu, bulu-bulu, dan feses yang melekat pada peralatan dan sarana lain seperti truk, tempat telur, dll. 

- Terbawa oleh burung liar, rodensia (tikus), lalat, caplak, tungau, kumbang dan serangga lain. 

- Terbawa melalui bahan baku pakan atau pakan jadi yang terkontaminasi mikroorganisme sejak dipanen, di pabrik atau saat di kandang.  

- Menular lewat air seperti bakteri Salmonella dan E. coli. Menular lewat udara seperti virus ND dan ILT. 

- Menular melalui peralatan kandang. Banyak mikroorganisme patogen yang akan menetap di luar tubuh Puyuh dalam jangka waktu cukup lama, terutama di dalam bahan organik.

                             

  Lantas Bagaimana Pelaksanaan Program Biosecurity???

  Seperti telah dijelaskan di atas bahwa konsep biosecurity terdiri dari konseptual, struktural, dan operasional.
Tambahan dari konsep ini meliputi isolasi, pengaturan lalu lintas, dan sanitasi (pembersihan dan desinfeksi). Isolasi Isolasi dapat diartikan sebagai tindakan memelihara ternak pada lingkungan yang terkendali dalam upaya melindungi ternak dari bibit penyakit dari luar kandang dan luar peternakan.

  Contoh sederhana dengan membuat pagar pengaman untuk melindungi kandang dari tamu asing, baik hewan liar maupun pengunjung. Selain itu, lokasi rumah tempat tinggal, kandang puyuh, kandang karantina, serta gudang ransum ditata sebaik mungkin.

  Agar proses isolasi berjalan dengan baik, peternak dapat membuat sistem “3 zona” di wilayah kandang, yaitu zona merah, kuning, dan hijau.

- Zona merah :
Adalah zona kotor, batas antara lingkungan luar yang kotor.
Misalnya lokasi penerimaan dan penyimpanan egg tray/boks bekas telur, lokasi penerimaan tamu seperti pembeli Puyuh/telur, maupun pengunjung lain seperti tetangga atau peternak lain. Pada area ini kemungkinan cemaran bibit penyakit sangat banyak.

- Zona kuning :
Merupakan zona transisi antara daerah kotor (merah) dan bersih (hijau). Area ini hanya dibatasi untuk kendaraan yang penting (truk ransum, DOQ/pullet, dan telur), pekerja kandang, dan tempat menyimpan egg tray yang sudah bersih.

- Zona hijau : 
Adalah zona bersih yang merupakan wilayah yang harus terjaga dari kemungkinan cemaran penyakit. Area ini merupakan kandang tempat tinggal ternak. Hanya pekerja kandang yang boleh masuk ke zona hijau. Untuk masuk ke wilayah ini, pekerja harus menggunakan alas kaki khusus zona hijau. Kendaraan tidak boleh masuk ke zona ini. Begitu pula dengan pengunjung, kecuali jika ada kepentingan khusus, misalnya tenaga vaksinasi (vaksinator) atau technical service yang ingin mengontrol kesehatan Puyuh.

A.Pengaturan lalu lintas:
bertujuan menyeleksi agar barang-barang atau personil yang masuk ke lingkungan kandang hanyalah barang-barang yang benar-benar diperlukan atau orang yang biasa menangani kandang.

B. Sanitasi:
Sanitasi merupakan salah satu kegiatan biosecurity yang paling sering dilakukan peternak. Kegiatan sanitasi sendiri terdiri dari dua hal, yaitu pembersihan dan desinfeksi secara teratur terhadap peralatan maupun pekerja yang keluar masuk kandang. Kegiatan sanitasi yang dapat dilakukan yaitu membersihkan feses, memberikan antiseptik pada air minum, mengganti alas kaki khusus untuk ke kandang, menggunakan baju khusus untuk bekerja di kandang, menyikat dan mencelupkan alas kaki di bak desinfektan, serta semprot baju dengan desinfektan,

  Secara lebih detail lagi pelaksanaan biosecurity operasional dijabarkan sebagai berikut:  

- Biosecurity sumber : 
Puyuh hidup yang akan masuk ke dalam peternakan berpotensi membawa agen penyakit.
Oleh sebab itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu: Bibit Puyuh (DOQ dan pullet) yang datang dari peternakan komersial atau peternakan pembibit harus dalam kondisi sehat.
Jangan terima bibit jika banyak yang sakit. Selain itu, apabila bibit yang dipesan berasal dari luar pulau tempat lokasi peternakan kita berada, maka pastikan bibit yang diterima dilengkapi dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) yang dikeluarkan oleh dinas terkait.
Puyuh yang akan masuk ke area peternakan pertama kali sebaiknya diisolasi terlebih dahulu dan tidak langsung dicampur dengan Puyuh yang datang lebih dulu (Shulaw dan Bowman, 2001).

- Biosecurity Puyuh sakit/mati:
Puyuh yang sakit/mati dapat menjadi sumber penyakit berbahaya bagi Puyuh sehat yang berdekatan.
Oleh karena itu, Puyuh sakit harus segera dikeluarkan dan dipisahkan dari kandang Puyuh sehat sehingga tidak menulari Puyuh yang sehat.
Sedangkan Puyuh mati (bangkai Puyuh) harus segera dibakar  atau dikubur dalam tanah.

- Biosecurity tamu dan karyawan peternakan :
pelaksanaan biosecurity ini berkaitan erat dengan sanitasi dan higienitas. Yang harus diperhatikan adalah menjaga agar tidak ada kontaminan yang masih menempel pada tubuh manusia sehingga dapat menulari Puyuh di kandang. 

Contoh penerapannya yaitu: 
Karyawan atau orang yang terlibat dalam bisnis peternakan Puyuh pembibit sebaiknya tidak diperbolehkan memelihara burung atau ayam di rumahnya. Orang yang akan masuk ke peternakan pembibit, sebelumnya tidak boleh kontak dengan unggas lain atau mengunjungi tempat lain (peternakan komersial, tempat pengolahan hasil ternak, dan lain-lain) yang status higienitasnya lebih rendah, minimum dua hari sebelum kunjungan. Tamu sebaiknya tidak mengunjungi peternakan, kecuali pihak yang memiliki kepentingan khusus, misalnya tenaga vaksinator atau technical service (TS) yang ingin mengontrol kesehatan Puyuh.
Orang yang ingin memasuki lokasi peternakan diharuskan mengikuti persyaratan sanitasi peternakan, misalnya melakukan dipping sepatu bot, desinfeksi dengan spray, mandi, mengganti baju dan alas kaki khusus. Hal ini berlaku juga untuk sanitasi kendaraan (desinfeksi dengan cairan desinfektan). Biosecurity terhadap vektor dan inang antara Beberapa hewan yang potensial bertindak sebagai vektor pembawa penyakit dan inang antara di peternakan antara lain unggas air (itik), burung, hewan liar (anjing, kucing, babi), tikus, dan serangga seperti lalat, kumbang, kutu Franky, dll.

Hal yang harus diperhatikan oleh pemilik ataupun pekerja peternakan, yaitu: Tidak diperbolehkan merawat unggas lain, babi, dan hewan kesayangan di satu lokasi peternakan. Melakukan pencegahan khusus setelah kontak dengan hewan lain sebelum kontak dengan Puyuh  yang kita pelihara. 

Contohnya dengan mencuci tangan, dipping alas kaki, dan desinfeksi spray. Memberantas lalat, kumbang, kutu Franky dan serangga lainnya dengan insektisida.
Basmi tikus yang sering berkeliaran di kandang dan gudang pakan.

-  Biosecurity bangunan peternakan : Bangunan dalam suatu area peternakan hendaknya dibangun menggunakan bahan-bahan yang mudah dibersihkan dan didesinfeksi, serta tahan terhadap tumbuhnya jamur atau kapang .
Begitu juga untuk desain bangunannya yang harus memperhatikan suhu, kelembaban, dan aliran udara.

Contohnya gudang pakan yang dibangun tidak lembab dan sirkulasi udaranya lancar sehingga jamur tidak tumbuh. Untuk gudang telur usahakan kelembabannya tidak lebih dari 80% dengan suhu 12-15°C agar telur tidak cepat busuk dan berjamur. Peternakan juga perlu diberi pagar untuk mencegah hewan liar masuk.

-  Biosecurity peralatan kandang :
Contohnya dengan mencuci tempat ransum dan tempat minum secara rutin 2 kali sehari, serta didesinfeksi dengan merendamnya dengan air disinfektan/detergen.

Contoh lainnya pencucian egg tray atau boks kotak telur dan perendaman dengan desinfektan. Untuk pengiriman telur, sebaiknya pilih egg tray yang berbahan plastik, agar mudah dibersihkan dan dicuci. Jika menggunakan egg tray/boks dari kayu, maka boks harus dicuci dan disikat hingga bersih, kemudian dikeringkan. Setelah itu, jerami bekas di dalamnya harus dibakar dan diganti dengan yang baru. Kelemahan dari penggunaan boks kayu ini ialah mudah lapuk dan lebih berisiko menyebarkan penyakit karena bahan kayu memiliki pori-pori yang bisa dijadikan sarang bibit penyakit.

-  Biosecurity terhadap air minum:
Air merupakan salah satu media yang bisa menularkan bibit penyakit pada Puyuh. Air minum rentan tercemar E. coli.
Cemaran E. coli ini kemungkinan besar berasal dari feses Puyuh yang banyak mengontaminasi air permukaan. Oleh karena itu, air di peternakan harus didesinfeksi melalui pemberian antiseptik atau kaporit (12-20 gram tiap 1.000 liter air).
dosis antiseptik yang digunakan. Untuk pemeliharaan harian, saat pelarutan antiseptik, diamkan 15-30 menit baru kemudian diberikan ke Puyuh.
Sebagai usaha mencegah adanya kontaminasi kuman patogen dan agar mikroba baik di usus ayam tidak terganggu, program desinfeksi air minum bisa dilakukan dengan sistem 3-2-3. Artinya 3 hari pemberian antiseptik, 2 hari air minum biasa dan 3 hari pemberian antiseptik lagi, demikian seterusnya berselang-seling.
Hal lain yang juga perlu diperhatikan yaitu jangan sembarangan mencampur antiseptik dengan obat/vitamin/vaksin.
Untuk kasus dimana di peternakan sedang terjadi outbreak penyakit (misal colibacillosis), antiseptik yang mengandung iodine (Antisep/Neo Antisep) tidak boleh digunakan untuk melarutkan obat/vitamin karena bersifat oksidator kuat sehingga bisa merusak potensi dari obat/vitamin tersebut.
Oleh karena itu sebagai jalan keluar, pemberian antiseptik yang mengandung chloramine dan ammonium quartener (QUATS) yaitu Desinsep atau Medisep,
bisa dilakukan malam hari setelah pengobatan selesai dilakukan. Namun khusus air minum yang dicampur dengan Desinsep/kaporit, setelah diendapkan minimal 8 jam baru dapat digunakan untuk melarutkan obat/vitamin.

Sedangkan dalam hal vaksinasi, jangan berikan air yang mengandung antiseptik selama 48 jam sebelum dan 24 jam sesudah vaksinasi karena virus vaksin akan rusak atau mati apabila kontak dengan antiseptik. Untuk menjamin bahwa air yang kita berikan pada Puyuh sudah memenuhi syarat air bersih.

- Kegiatan biosecurity lainnya: 
Kegiatan lainnya terkait pelaksanaan biosecurity rutin di peternakan adalah:
Melakukan pembersihan feses minimal 2-3 sekali.
Air kotor hasil sisa pencucian kandang atau peralatan langsung dialirkan keluar kandang melalui selokan sehingga tidak tergenang di sekitar kandang atau jalan masuk kandang.

  Demikian berbagai kegiatan yang bisa kita lakukan dalam penerapan program biosecurity di peternakan Puyuh.
Keberhasilan program biosecurity juga harus didukung oleh komitmen yang konsisten dari pemilik maupun karyawan peternakan, serta monitoring yang ketat, terjadwal dan berkelanjutan. 

Untuk menjamin bahwa peternakan kita menjalankan biosecurity dengan ketat dan disiplin.

  Peternak dapat mengarahkan perhatian lebih pada aspek-aspek biosecurity mana yang belum dijalankan dan memberikan pengaruh signifikan terhadap munculnya infeksi penyakit pada Puyuh.

  Walaupun biosecurity sudah benar di jalankan namun belum jaminan bahwa 100% peternakan kita akan aman dari bibit penyakit. Hal ini karena untuk melindungi ternak yang kita pelihara, kita perlu meningkatkan daya tahan tubuh ternak melalui sistem jamu herbal/ vaksinasi, suplementasi, dan manajemen pemeliharaan yang baik.

  Dari seluruh bahasan di atas bisa kita simpulkan bahwa biosecurity memerankan peran penting untuk mencegah bibit penyakit masuk, tinggal, dan menginfeksi peternakan. Biosecurity kelihatannya sepele, akan tetapi kita sebagai peternak jangan sampai lengah. Sebentar saja kita mengabaikan biosecurity, berbagai ancaman dapat kapan saja masuk ke peternakan yang kita kelola. Semoga bermanfaat.


SUKSES SELALU UNTUK ANDA...!!!😊😊😊
April 12, 2017

CARA MENENTUKAN JENIS KELAMIN PUYUH UMUR 1 HARI BERDASARKAN WARNA BULU



 Menentukan jenis kelamin puyuh pada UMUR 1 HARI tentu sangatlah penting !!! WHY ???

  Karena untuk nanti dipilih menjadi PUYUH PRODUKSI (Menghasilkan Telur ) di sini hanya puyuh betina saja yang bisa menghasilkan telur, sistem penentuan jenis kelamin puyuh umur 1hari berdasar warna bulu / ACS (AUTO COLOUR SEXING) , Cara ini sangat Efisien karena nantinya hanya puyuh betina saja yang kita pelihara untuk di besarkan,sedangkan puyuh jantannya tidak di pelihara,setelah menetas puyuh jantan tersebut istilahnya kita buang,dalam arti buat pakan ikan lele atau reptil dll.kalaupun puyuh jantan tersebut kita pelihara Nilai Ekonomisnya sangat rendah tidak sebanding dengan Modal yang kita keluarkan untuk memelihara puyuh jantan dari umur 1 hari sampai umur 40-45 hari,puyuh jantan dewasa usia 45 hari saat ini di pengepul hanya di hargai Rp.4000/ekor kondisi hidup,harga tersebut untuk lokasi saya Bekasi,sangat murah sekali bukan???



Video: Proses penetasan telur puyuh


    BAGAIMANA SIH SEBENARNYA MENENTUKAN JENIS KELAMIN PUYUH UMUR SATU HARI SAAT MENETAS ????

  OK pada kesempatan ini saya akan sedikit menjelaskan tentang beberapa metode perkawinan puyuh dan hasil anakanya berdasar warna bulu dari induknya , disini saya tidak menggunakan istilah-istilah genetika dan bukan pola pemuliabiakan/pemurnian,agar lebih mudah di mengerti dan mudah praktekkan oleh anda sahabat-sahabat peternak semua,tidak perlu njlimet dan ruwet,di buat mudah saja dan tentunya dengan hasil yang baik juga!
  Sebelum melanjutkan ke pola perkawinan,alangkah baiknya sahabat harus memilih indukan yang bagus,disini saya akan memakai jenis puyuh Cortunic Japonica dengan mengawinkan Puyuh warna Hitam dan coklat/merah hati,bukan warna lain dan antara induk betina dan jantan usahakan jangan satu darah (INBREDDING) adapun kategorinya adalah sbb:

1.postur dan bobot indukan ideal tidak terlalu besar/kecil

2.produksi telur banyak dan besar-besar,produktifitas lama

3.konsumsi pakan sedikit/irit pakan

4.tahan terhadap penyakit dan tidak mudah stres dll.

    Lanjuttt.....!!!!!!ke pokok pembahasan...pola perkawinannya adalah sbb :

A.Jantan Hitam X Betina Coklat                Hasil Anakan :
   
     a.Jantan Hitam >< 25%
     b.Betina Hitam >< 25%
     c.Jantan Coklat >< 25%
     d.Betina Coklat >< 25%
     (Hasil anakan Campuran)

B.Jantan Coklat X Betina Coklat          Hasil Anakan :

   a.Jantan Coklat >< 50%
   b.Betina Coklat >< 50%
   (Hasil anakan satu warna coklat)


C.Jantan Hitam (Gen Resesif) X Betina     Hitam,Hasil Anakan :

  a.Jantan Hitam >< 35 - 40 %
  b.Betina Hitam >< 35 - 40 %
  c.Betina Coklat >< 15 - 25 %
  (Hasil anakan campur dan anakan 
   Warna hitam dengan persentase 
   tinggi,ini yang lazim terjadi di 
   Kalangan peternak)

D.Jantan Hitam (gen dominan) X Betina Hitam,Hasil Anakan:

  a.Jantan Hitam >< 50%
  b.Betina Hitam >< 50%
  (Hasil anakan satu warna Hitam,
  Disini untuk menentukan induk 
  Jantan yang ber gen dominan
 Agak sulit)

Note : 
Dari keempat pola perkawinan diatas,hasil persentase berdasar warna bulu tidaklah 100% Fix,bisa >< dari angka2 tersebut.

E.Jantan Coklat 100% X Betina Hitam      100%
   Hasil Anakan :

  a.Jantan Hitam >< 50%
  b.Betina Coklat >< 50%
 (Nah ini yang disebut ACS/auto colour sexing/menentukan jenis kelamin di usia 1 hari berdasarkan warna bulu)


               Picture:by.Puyuh Jepang

  Nah cukup mudah bukan???tidak usah berbelit-belit,ngalor ngidul yang katanya pemurnian???ha..ha..😃😃😃 Bagi sahabat yang masih belum tau silahkan mempraktekkan cara di atas,bagi para senior2 silahkan menambahkan kekurangan tulisan artikel saya di komentar di bawah!!
 Ok terimakasih sahabat,salam sukses semua...!!

JAYALAH PETERNAK INDONESIA...!!!@


February 08, 2017

ANALISIS USAHA BUDIDAYA PUYUH SIAP TELUR UNTUK 1000 EKOR 2017

gb.telur puyuh
Gb.telur puyuh

 Berikut saya uraikan analisis usaha ternak puyuh 1000 ekor yang sudah siap telur,Nilai angka-angka di bawah tidak 100% Fix dan masih bisa Up-Down,analisis ini saya tulis hanya sekedar buat gambaran buat kawan2 semua yg masih awam dalam hal budidaya puyuh,Dengan harapan tulisan saya ini bisa sedikit membantu dan bisa sebagai salah satu sumber referensi buat memulai usaha budidaya puyuh untuk sobat semua.

Analasis ini saya buat berdasarkan praktek lapangan saya sendiri Di Bekasi dan tentunya beda daerah akan beda biaya investasi yang harus di keluarkan dan beda pula pendapatan harian yang akan di dapat dan mungkin tidak akan sama dengan analisis usaha dari sahabat2 Peternak JATIM dan JATENG.

gb.kandang puyuh
gb.kandang puyuh

 A. ASUMSI :
 1. Luas lahan yang diperlukan (panjang x lebar) = 3m X 4m.
lama pengerjaan 60-40 menit/hari

 B. PERMODALAN / BIAYA INVESTASI:
 1. Sangkar Produksi berikut alat2nya diperlukan 2 Unit harga @ Rp 1750.000,- = Rp 3.500.000,-
2. Puyuh Betina (Siap Bertelur) Umur 30 hari @ Rp 8.000,- = Rp 8.000.000,-
 3. Pakan Puyuh Petelur. Dicadangkan selama 30 hari x 20 kg/hari x Rp.6.000,- = Rp 3.600.000,-
JUMLAH = Rp.15.100.000,-

 C. BIAYA PERHARI :
1. Pakan Harian = 22 Kg X Rp 5.900 = Rp 129.800,-
Biaya Lain2 berupa vitamin,obat dll.+/- 10% Dari jumlah harga pakan harian = Rp 12.980,-
JUMLAH :Rp 142.780,-

 D. PENDAPATAN DENGAN RATA RATA PRODUKSI 75% - 80% PER HARI TELUR:
harian adalah = sebanyak +/- 775 butir/hari x Rp 285 (info harga Pebruari 2017 untuk telur lokal wil.Bekasi) = Rp. 220.875.-

 E. PENDAPATAN – BIAYA =
 Rp 220.875. - Rp 142.780,- = Rp.78.095- hasil bersih perhari = Rp 2.342.850,- per bulan

 F. BEP ( TITIK BALIK MODAL ) :
Rumus: (jumlah modal investasi : jumlah pendapatan per Hari)
 Rp. 15.100.000,- : Rp. 78.095,- = 193 Hari atau 6 Bulan (Saat ini Puyuh mampu dipelihara hingga 18 Bulan Sudah Tercapai Break Event Point (titik Balik Modal)

 BAGAIMANA SETELAH 18 BULAN ?Kematian ( Total Angka Mortalitasnya = 25% adalah susut 250 ekor)
Sehingga akan di peroleh puyuh afkir (SISA PUYUH AFKIR) = 750 EKOR x Rp 3.000,- = Rp 2.250.000
 RESUME = Rp 15.100.000 – Rp 2.250.000 = Rp 12.850.000 (Modal / Nilai Investasi sebenarnya untuk 1000 ekor Puyuh)



Cara menetaskan Telur Puyuh
                 


Catatan : 
Tenaga dikerjakan sendiri
Produksi maksimal
Produksi sampai afkir (tidak terserang wabah) 


Demikian sedikit tulisan saya,Semoga Bermanfaat...
GO..AGRI...
JAYALAH PETERNAK INDONESIA
February 07, 2017

PENYAKIT FLU BURUNG - AI PADA PUYUH



Penyebab:
Virus yang dikelompokkan ke dalam ortthomyxovirus dan terdapat tiga tipe A,B,C. Namun virus yang menyerang Puyuh adalah virus Avian Influenza A subtype H5N1. 

Gejala :
Penyakit ini menyerang bagian pernapasan atau sistem saraf. Tingkat kematian penyakit ini bisa mencapai 100%. Karena itu, avian influenza disebut sebagai highly pathogenic avian influenza. Puyuh yang terserang penyakit ini menunjukkan gejala penyakit pernapasan seperti batuk,bersin,mata berair,dan terjadi sinusitis. Jengger tampak layu dan pada bagian kaki,kepala,cuping terdapat bercak akibat terjadinya pendarahan di daerah kulit. Terjadi pembengkakakn didaerah kepala dan muka. Tingkat kematian Puyuh akibat penyakit ini sangat tinggi,bahkan semua Puyuh dikawasan peternakan Unggas yang terkena harus di musnahkan. Virus Al mudah mengalami mutasi yang disebabkan adanya perubahan pada urutan nukleotida(antigenic shift) seperti H5 dan H9 dan membentuk subtipe baru. Proses bergabungnya virus flu ini membutuhkan hewan fasilitator yang diketahui sampai saat ini adalah babi. Virus flu burung yang baru ini perlu diwaspadai karena bisa bersifat ganas. Penyebaran Virus flu burung bisa menyebar melalui kontak langsung,udara,air minuman,pakan,peralatan,kendaraan, karyawan, atau burung liar yang telah terkontaminasi oleh virus flu burung.

Pencegahan:
Melakukan vaksinasi,Disinfeksi rutin,pemberian ransum dengan nutrisi yg cukup,Pemberian Antibiotik,Vitamin dan anti stres untuk meningkatkan antibody dan stamina puyuh,melakukan system Bioscurity 3 Zona
Beberapa jenis vaksin Al yang beredar dipasaran adalah medivac Al,afluvet,qilu,vaksiflu Al,optimune AIV dan avimex.

Pengobatan:
Sampai saat ini belum ada obat yang efektif untuk penyakit ini.

Cukup sekian..
Semoga bermanfaat
Salam Sukes.,Sobat..
February 06, 2017

HAMA DAN PENYAKIT BURUNG PUYUH

       Seperti yang kita ketahui bahwa,semua ternak yang di pelihara secara intensif baik unggas,itik ataupun rumansia sangat rawan terjangkit penyakit,baik penyakit bacterial yang disebabkan oleh bakteri ataupun penyakit viral yang di sebabkan oleh virus.
      Penyebaran kedua jenis penyakit tersebut bisa di sebabkan secara vertikal/ penyakit bawaan yang di tularkan oleh induknya dan secara horisontal/penyakit yang di tularkan dari luar kandang,dengan perantara carrier berupa udara,peralatan ternak,ransum,air minum,petugas kandang dll.yang terkontaminasi Bakteri dan Virus.
      Jenis-jenis penyakit tsb. di antaranya adalah sebagai berikut:

1.Radang usus (Quail enteritis)
Penyebab: bakteri anerobik yg membentuk spora & menyerang usus, sehingga timbul pearadangan pd usus. Gejala: puyuh tampak lesu, mata tertutup, bulu kelihatan kusam, kotoran berair & mengandung asam urat. Pengendalian: memperbaiki tata laksana pemeliharaan, serta memisahkan burung puyuh yg sehat dr yg tlah terinfeksi.

2. Tetelo (NCD/New Casstle Disease



 Gejala: puyuh sulit bernafas, batuk-batuk, bersin, timbul bunyi ngorok, lesu, mata ngantuk, sayap terkulasi, kadang berdarah, tinja encer kehijauan yang spesifik adanya gejala “tortikolis”yaitu kepala memutar-mutar tidak menentu & lumpuh. Pengendalian: menjaga kebersihan lingkungan & peralatan yg tercemar virus, binatang vektor penyakit tetelo, ayam yg mati segera dibakar/dibuang; pisahkan ayam yg sakit, mencegah tamu masuk areal peternakan tanpa baju yg mensucihamakan/ steril serta melakukan vaksinasi NCD. Sampai sekarang belum ada obatnya. 

3.Berak putih (Pullorum)
Penyebab: Kuman Salmonella pullorum & merupakan penyakit menular. Gejala: kotoran berwarna putih, nafsu makan hilang, sesak nafas, bulu-bulu mengerut & sayap lemah menggantung. Pengendalian: sama dgn pengendalian penyakit tetelo. Berak darah (Coccidiosis) Gejala: tinja berdarah & mencret, nafsu makan kurang, sayap terkulasi, bulu kusam menggigil kedinginan. Pengendalian: menjaga kebersihan lingkungaan, menjaga litter tetap kering; dengan Tetra Chloine Capsule diberikan melalui mulut; Noxal, Trisula Zuco tablet dilarutkan dlm air minum atau sulfaqui moxaline, amprolium, cxaldayocox

4. Cacar Unggas (Fowl Pox) 
Penyebab: Poxvirus, menyerang bangsa unggas dr semua umur & jenis kelamin. Gejala: timbulnya keropeng-keropeng pd kulit yg tidak berbulu, seperti pial, kaki, mulut & farink yg apabila dilepaskan akan mengeluarkan darah. Pengendalian: vaksin dipteria & mengisolasi kandang atau puyuh yg terinfeksi. 

5.Quail Bronchitis 
Penyebab: Quail bronchitis virus (adenovirus) yg bersifat sangat menular. Gejala: puyuh kelihatan lesu, bulu kusam, gemetar, sulit bernafas, batuk & bersi, mata & hidung kadang-kadang mengeluarkan lendir serta kadangkala kepala & leher agak terpuntir. Pengendalian: pemberian pakan yg bergizi dgn sanitasi yg memadai. 

6.Aspergillosis 
Penyebab: cendawan Aspergillus fumigatus. Gejala: Puyuh mengalami gangguan pernafasan, mata terbentuk lapisan putih menyerupai keju, mengantuk, nafsu makan berkurang. Pengendalian: memperbaiki sanitasi kandang & lingkungan sekitarnya. 

7.Cacingan
 Penyebab: sanitasi yg buruk. Gejala: puyuh tampak kurus, lesu & lemah. Pengendalian: menjaga kebersihan kandang & pemberian pakan,vitamin dan obat cacing dan menjaga kebersihanya

8.Snot atau Coryza

Penyebab : Bakteri haemophillus Gallinarum, penyakit ini dapat menyerang ke semua umur,terutama  anak puyuh,biasanya penyakit ini muncul akibat adanya perubahan musim

Gejala :
a.Keluar cairan pada mata
b.Puyuh terlihat mengantuk dan sayapnya 
   terkulai kebawah
c.Keluar lendir dari hidung,berwarna        kekuningan dan berbau khas
d.Pembengkakan di daerah sinus infra
   orbital
e.Terdapat kerak/upil di hidung
f.Puyuh ngorok dan susah bernafas
g.Pertumbuhan lambat
h.Produksi telur turun drastis

Pengobatan:
Pemberian preparat sulfat seperti Sulfadimethoxine,atau Sulfathiazole,Therapy,Hemidoc dan sejenisnya,Melalui air minum atau pada kondisi darurat/parah bisa dengan suntik.

Pencegahan:
a.Vaksinasi
vaksin yang di pakai berbentuk emulsion/killed dari merk dagang Medion dll.
b.Bioscurity
Sanitasi lingkungan dapat di lakukan dengan menjaga kebersihan kandang dan lingkungan dengan baik.
kandang sebaiknya terkena sinar matahari langsung sehingga mengurangi kelembapan kandang

9.Avian Influenza/Flu Burung


 Mengenai Avian Influenza penjelasan Detailnya DISINI


  Demikian Sedikit contoh HAMA DAN PENYAKIT PUYUH,
Semoga bermanfaat
Salam Sejahtera selalu...

February 06, 2017

TEKNIS BUDIDAYA BURUNG PUYUH

Yang perlu diperhatikan oleh peternak sebelum memulai usahanya, adalah memahami 3 (tiga) PILAR penting dalam semua jenis usaha perternakan yaitu:  -- 

1.BIBIT
2.PAKAN/RANSUM
3.MANAJEMEN PEMELIHARAAN

Lain waktu saya bahas satu per satu ya sobat!!!Lanjuttt....

I. Penyediaan Sarana dan Peralatan

A. Persiapan kandang
      Untuk budidaya burung puyuh, persyaratan kandang yang baik perlu diperhatikan adalah 
Suhu kandang yang ideal berkisar 25-29°C Kelembaban kandang berkisar 50 -80 %
Penerangan kandang Idealnya Cukup 15-17 Jam/hari,termasuk cahaya matahari pada siang hari dan selebihnya boleh tanpa pencahayaan GELAP.



Gb.1 contoh kandang puyuh modern

        Tata letak kandang sebaiknya diatur agar sinar matahari pagi dapat masuk kedalam kandang. Sehingga kondisi kandang tidak lembab. Dalam mempersiapkan kandang burung puyuh ini, kita mempunyai 2 alternatif yang biasa diterapkan peternak puyuh, yaitu sistem litter (lantai sekam) dan sistem sangkar (batere). Sedangkan ukuran kandang yang digunakanumumnya untuk 1 m2 dapat diisi 90-100 ekor DOQ puyuh, selanjutnya menjadi 60 ekor untuk umur 10 hari sampai lepas masa Grower. Terakhir pada masa Produksi -  Afkir menjadi 40 ekor/m2          Ada beberapa tahapan/umur dalam budidaya burung puyuh. Masing-masing tahapan/umur memerlukan kandang yang sesuai yaitu: 
  1.Kandang DOQ / Anak Puyuh
  2.Kandang Pembesaran/Pullet/Grower
  3.Kandang Produksi

Gb.2 Contoh kandang DOQ

        Besar atau ukuran kandang yang akan digunakan harus sesuai dengan jumlah puyuh yang akan dipelihara/tergantung selera peternak. Idealnya satu ekor puyuh dewasa membutuhkan luas kandang 20 Cm 2/Ekor
Kandang untuk induk petelur ini juga berfungsidinduk pembibit. Kandang ini mempunyai bentuk, ukuran, dan keperluan peralatan yang sama. Kepadatan kandang lebih besar tetapi bisa juga sama.Kandang untuk anak puyuh/umur stater(kandang indukan)Jenis kandang ini merupakan kandang bagi anak puyuh pada umur DOQ/starter, yaitu mulai umur satu hari sampai dengan dua sampai tiga minggu. Kandang ini berfungsi untuk menjaga agar anak puyuh yang masih memerlukan pemanasan itu tetap terlindung dan mendapat panas yang sesuai dengan kebutuhan. Sebaiknya kandang ini perlu dilengkapi alat pemanas. Biasanya ukuran yang sering digunakan adalah lebar 100 cm, panjang 100 cm, tinggi 40 cm, dan tinggi kaki 50 cm. (ukuran ini cukup memuat 90-100 ekor anak puyuh).Kandang untuk puyuh umur grower (3-6 minggu) dan layer (lebih dari 6 minggu) Jenis kandang berikutnya, bentuk, ukuran maupun peralatannya sama dengan kandang untuk induk petelur. Alas kandang biasanya berupa kawat ram. 

 B. Perlengkapan kandang
      Perlengkapan yang dipe3rlukan dalam kandang berupa tempat makan, tempat minum,tempat Telur dll.


 II. Penyediaan Bibit

      Seperti sudah disinggung diatas, penyediaan bibit merupakan tahapan yang penting dalam budidaya burung puyuh. Pemilihan bibit burung puyuh disesuaikan dengan tujuan pemeliharaan, ada 3 (tiga) macam tujuan pemeliharaan burung puyuh, yaitu: Untuk produksi telur konsumsi, dipilih bibit puyuh betina yang sehat atau bebas dari kerier penyakit. Untuk produksi daging puyuh, dipilih bibit puyuh jantan dan puyuh petelur afkiran. Untuk pembibitan atau produksi telur tetas, dipilih bibit puyuh betina yang baik produksi telurnya dan puyuh jantan yang sehat yang siap membuahi puyuh betina agar dapat menjamin telur tetas yang baik.

III. Pemeliharaan

     Setelah kita dapatkan bibit yang baik, selanjutnya yang perlu mendapatkan perhatian adalah pemeliharaan puyuh, meliputi : Kebersihan/Sanitasi dan Tindakan Preventif Untuk menjaga timbulnya penyakit pada pemeliharaan puyuh kebersihan lingkungan kandang dan vaksinasi terhadap puyuh perlu dilakukan sedini mungkin. Pengontrolan Penyakit Pengontrolan penyakit dilakukan setiap saat dan apabila ada tanda-tanda yang kurang sehat terhadap puyuh harus segera dilakukan pengobatan sesuai dengan Diagnosa atau petunjuk dokter hewan atau dinas peternakan setempat. 

      Pemberian Pakan Pemberian pakan merupakan faktor yang penting dalam keberhasilan beternak burung puyuh dengan hasil yang maksimal. Ransum (pakan) yang dapat diberikan untuk puyuh terdiri dari beberapa bentuk, yaitu: bentuk pallet,crumble dan mesh.  

      Pemberian ransum puyuh Dewasa diberikan 2 (dua) kali sehari pagi dan siang dengan takaran 20 - 35 Gram/Ekor/Hari 

      Pemberian minum pada puyuh pada bibitan diberikan terus-menerus Selama 24 Jam.

      Pemberian Vitamin,Antibiotik dan Vaksin
Untuk Meningkatkan produktifitas,Kekebalan Tubuh dari serangan Penyakit yang di sebabkan oleh Bakteri atau Virus maka sangat penting sekali Puyuh harus di beri Vitamin,Antibiotik dan Vaksin Secara teratur,terprogram dan dengan Dosis yang sudah di tentukan,Adapun detail pemberian Vitamin,Antibiotik dan Vaksin Tsb. diatas akan saya Jabarkan di Posting Berikutnya..
.OK Sobat? cukup sekian dulu ya...!! Terimakasih dan Salam Sejahtera Selalu..

February 06, 2017

POTENSI BISNIS TERNAK BURUNG PUYUH 2017

Gb.1 Telur Puyuh


Burung puyuh merupakan salah satu jenis unggas yang bertubuh kecil, memiliki bulu yang berwarna kecoklatan dan tidak dapat terbang layaknya jenis burung lainnya. Burung puyuh sendiri berasal dari daratan Amerika, dan mulai dibudidayakan di wilayah Indonesia pada tahun 1979.
Untuk analisis Usahanya dapat di baca
DISINI


Video : Proses penetasan telur puyuh


Meskipun demikian, saat ini jenis burung puyuh yang banyak dikembangkan para peternak Indonesia adalah Cortunic Japonica (jenis burung puyuh dari Jepang).


Gb.2 Contoh kandang puyuh


Mengingat jenis burung puyuh Jepang relatif lebih tahan penyakit dan memiliki kemampuan produksi yang sangat bagus. Permintaan daging dan telur puyuh yang cukup tinggi banyak dimanfaatkan masyarakat sebagai salah satu peluang bisnis ternak unggas yang menjanjikan untung relatif besar,Untuk teknis budidayanya dapat dilihat DISINI

Hewan yang dikenal masyarakat Jawa
dengan sebutan burung Gemak ini juga memiliki masa pertumbuhan yang relatif singkat yaitu sekitar 42 hari (6 minggu) saja. Dan setiap tahunnya dapat memproduksi telur sebanyak 200-300 butir. Selain itu ternak puyuh juga relatif cukup mudah dan memiliki resiko bisnis yang kecil. Sehingga tidak salah bila sebagian besar masyarakat menjadikan potensi bisnis ternak burung puyuh sebagai sumber mata pencahariannya.


  Gb.3 Puyuh Umur 5 hari


Ternak puyuh tidak merepotkan Yang perlu diperhatikan dalam berternak burung puyuh salah satunya pemilihan lokasi peternakan. Sebaiknya pilih lokasi yang jauh dari kebisingan agar burung puyuh tidak terkena stress, dan pastikan bahwa lokasi peternakan juga mendapat sinar matahari dan sirkulasi udara yang cukup baik. Selanjutnya usahakan suhu lingkungan peternakan berkisar antara 25 - 29° C dengan tingkat kelembapan 40-90%. Hal ini sangat penting agar lingkungan kandang benar-benar terjaga dan terhindari dari segala penyakit yang dapat menyerang burung puyuh. ternak puyuh Ternak puyuh petelur biasanya dilakukan di kandang yang berukuran 1 m2 dan memiliki tinggi 30-35 cm. Kandang bisa disusun 3 sampai 4 tingkat, dan tiap tingkatnya berisi 30 atau 35 ekor burung puyuh betina. Biasanya permukaan kandang dibuat dengan kemiringan 30°, sehingga lantai depan lebih rendah dari lantai belakang. Fungsinya agar telur puyuh yang dihasilkan bisa langsung turun ke penampungan telur yang ada di depan kandang. Sedangkan untuk tempat makan dan minum sebaiknya diletakan di luar kandang, agar lingkungan tempat tinggal puyuh tidak ikut kotor. Biasanya para peternak menggunakan potongan ruas bambu dan wadah dari plastik untuk tempat makan serta minum burung puyuh. Jenis pakan yang diberikan pun berbeda, untuk puyuh usia 1-3 minggu diberi pakan Quail starter, puyuh usia 3-6 minggu diberi pakan Quail grower dan untuk puyuh yang berusia lebih dari 6 minggu diberi pakan Quail layer. Pemberian pakan pun juga terbilang sangat hemat, karena puyuh dewasa hanya 20-25 Gram/Ekor/Hari. Dengan bekal keuletan dan ketrampilan dalam membudidayakan burung puyuh, tidak ada ruginya bila Anda mengembangkan potensi bisnis tersebut di daerah tempat tinggal Anda. Karena dimanapun Anda berada selalu ada peluang yang dapat Anda manfaatkan untuk memulai sebuah usaha. Mulailah dari yang kecil, mulailah dari yang mudah,dan mulailah dari sekarang


JAYALAH PETERNAK INDONESIA...